Saturday, February 5, 2022

LAPORAN HASIL AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF KEYAKINAN KELAS DWI YUNIANTO CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 4 SMA MAÁRIF NU JATINEGARA KABUPATEN TEGAL

 

A.    Latar Belakang

Sekolah merupakan rumah kedua bagi anak, selain mempelajari ilmu sekolah juga menjadi tempat dalam pembentukan karakter anak. anak akan dibiasakan untuk memiliki nilai-nilai sesuai norma yang ada. 

Untuk itu sekolah membuat berbagai kebijakan dan program dalam pembentukan karakter ini. salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah dengan pembuatan keyakinan atau kesepakatan kelas. keyakinan kelas itu sendiri dibuat atas dasar keinginan seluruh siswa dalam mewujudkan kelas impiannya. 

 

B.    Tujuan

1.     Membantu proses belajar mengajar siswa

2.     Membangun hubungan  positif dan lebih dekat antara guru dan siswa

3.     Membiaskan murid menerapkan budaya positif sehingga menjadi karakter positi dan memiliki budi pekerti

C.    Tolak Ukur

1.     Murid semangat dan aktif belajar

2.     Guru dan murid saling menyayangi

3.     Guru dan murid saling pedulli

4.     Adanya pembelajaran yang menyenangkan

D.   Linimasa Tindakan Yang Dilakukan

1.     Melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah terkait dengan keyakinan / kesepakatan kelas

2.     Sosialisasi dengan teman sejawat tentang budaya positif terkait dengan keyakinan / kesepakatan kelas

3.     Sosialisasi kepada siswa tentang tentang budaya positif terkait dengan keyakinan / kesepakatan kelas

4.     Membuat keyakinan / kesepakatan kelas bersama siswa di kelas

5.     Dokumentasi kegiatan

 

E.    Dukungan

1.     Kepala sekolah dan stake holder di sekolah

2.     Teman sejawat guru

3.     Lingkungan masyarakat

4.     Seluruh siswa

F.    Dokumentasi Kegiatan


Koordinasi dengan Kepala Sekolah
Koordinasi dengan kepala sekolah terkait dengan pelaksanaan aksi nyata tentang Budaya Positif Keyakinan kelas



Sosialisasi dan pembuatan budaya positif tentang keyakinan kelas bersama siswa di dalam kelas




Pemaparan materi dan aksi nyata Modul 1 terutama modul 1.1 dan 1.4 kepada guru di SMA Maárif NU Jatinegara



Tuesday, February 1, 2022

Perpisahan


Perpisahan


Bagaikan awan tanpa terarah
Suatu saat kita pasti berkumpul,
Dan pada saat yang lain kita pasti berpisah

Begitu pula dengan diriku, ku kan pergi
Meninggalkan dirimu
Walaupun berat hati ku, namun relakah aku

Tenanglah tenang, wahai temanku
Kau kan dapat penggantiku
Yang akan menyayangimu
Jangan lupakan aku



By : @AntoJatra







Thursday, January 27, 2022

LAPORAN AKSI NYATA MODUL 1.3 BAGJA

 

LAPORAN HASIL AKSI NYATA

MODUL 1.3 BAGJA

 

DWI YUNIANTO

CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 4

SMA MA’ARIF NU JATINEGARA

KABUPATEN TEGAL

 

 

 

A.    Latar Belakang

Inkuiri apresiatif model BAGJA merupakan salah satu pendekatan kolaboratif untuk mengetahui kondisi suatu organisasi atau komunitas dalam mengembangkan perilaku suatu organisasi melalui pengajuan pertanyaan yang tersusun dalam tahapan BAGJA dan dijalankan dalam suasana yang positif dan apresiatif. Dimana sekolah harus mengaplikasikan pendekatan tersebut dengan tahapan BAGJA agar kami sebagai guru penggerak bisa mewujudkan visi dan misi guru penggerak untuk mewujudkan merdeka belajar terutama dalam hal kemandirian siswa. Prinsip IA dan ajaran filosofi Ki Hadjar Dewantara tentang merdeka belajar dan percaya bahwa setiap murid memiliki potensi dan mampu untuk melakukannya. Tentu  dalam hal ini, guru mengerti serta memahami bahwa murid memiliki potensi yang sama tingginya. Maka dari itu tugas guru adalah memfasilitasi dan menjadi jembatan bagi murid untuk menunjukkan potensi dan bakat terbaiknya.

 

B.    Tujuan

1.     Membantu proses belajar mengajar murid

2.     Meningkatkan kreatifitas dan  keaktifan murid dalam berkreasi.

 

C.    Tolak Ukur

1.     Murid semangat dan aktif belajar

2.     Adanya pembelajaran yang menyenangkan

3.     Kreatifitas dan keaktifan murid dalam belajar

 

D.   Linimasa Tindakan Yang Dilakukan

1.     Melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah terkait dengan penerapan BAGJA dalam pembelajaran berdiferesnsiasi

2.     Berkolaborasi dengan rekan sejawat dalam melaksanakan pembelajaran yang berpihak pada murid melalui pembelajaran berdiferensiasi

3.     Dokumentasi kegiatan

 

E.    Dukungan

1.     Kepala sekolah dan stake holder di sekolah

2.     Teman sejawat guru

3.     Lingkungan masyarakat

4.     Seluruh siswa

 

F.    Penutup

Demikian laporan aksi nyata modul 13 tentang penerapan BAGJA. Kritik dan saran serta masukan dari Kepala Sekolah, teman sejawat guru serta komunitas praktis Pendidikan sangat saya butuhkan demi perbaikan di masa depan.

 

Link RPP

 

https://docs.google.com/document/d/11f1S88_iEsqKeh-hkwIGyxfFxaU3eVD_/edit?usp=sharing&ouid=108027768760672322689&rtpof=true&sd=true

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ALUR BAGJA

 

PRAKARSA

PERUBAHAN

Penerapan pembelajaran yang berpihak pada murid dan menyenangkan melalui pembelajaran kecakapan hidup

TAHAPAN

Pertanyaan

Daftar tindakan yang perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan

B-uat pertanyaan (Define)

Bagaimana penerapan dan bentuk pembelajaran yang berpihak pada murid,  efektif dan menyenangkan yang dilakukan guru?

Meminta umpan balik dan respon kepada siswa terkait pembelajaran yang sudah dilaksanakan kaitan dengan pembelajaran yang digunakan guru

A-mbil pelajaran (Discover)

Apa yang dilakukan guru dalam menerapkan pembelajaran yang berpihak pada murid,  efektif dan menyenangkan?

Adanya kemauan dan kemampuan yang dimiliki oleh guru dalam rangka menerapkan pembelajaran yang berpihak pada murid,  efektif dan menyenangkan. Serta adanya dukungan sarpras di sekolah yang memadai

G-ali mimpi (Dream)

Hal-hal apa saja yang dilakukan untuk menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid,  efektif dan menyenangkan?

Membuat pembelajaran yang berpihak pada murid,  efektif dan menyenangkan agar proses pembelajaran berjalan maksimal dan penuh makna. Melalui pembelajaran berdiferensiasi akan menambah semangat siswa untuk memgikuti pembelajaran dan menumbuhkan kreaifitas murid

J-abarkan rencana (Design)

Bagaimana rencana yang akan dibuat agar pembelajaran berpihak pada murid,  efektif dan menyenangkan?

Merancang dan membuat pembelajaran berpihak pada murid,  efektif dan menyenangkan melalui pembelajaran berdiferensiasi

A-tur eksekusi (Deliver)

Perubahan apa yang dilakukan dalam merancang dan membuat pembelajaran pembelajaran berpihak pada murid,  efektif dan menyenangkan?

Membuat dan merancang pembelajaran yang efektif, kreatif serta menyenangkan agar siswa lebih semangat mengikuti pembelajaran melalui pembelajaran berdiferensiasi



DOKUMEN FOTO KEGIATAN

 




PROSES PEMBELAJARAN DI KELAS

Friday, January 31, 2014

REAKSI OKSIDASI REDUKSI ( R E D O K S )













KONSEP REAKSI OKSIDASI REDUKSI
BILANGAN OKSIDASI
OKSIDATOR DAN REDUKTOR
TATA NAMA SENYAWA
PENGOLAHAN LOGAM



A. KONSEP REAKSI OKSIDASI REDUKSI
          Pengertian oksidasi dan reduksi dapat ditinjau berdasarkan 3 landasan teori, yaitu :
1. Reaksi Pengikatan dan pelepasan unsur oksigen
          Reaksi oksidasi (pengoksigenan) adalah peristiwa penggabungan suatu zat dengan oksigen.
Contoh:
          Si  +  O2        SiO2
          4 Fe  +  3 O2       2 Fe2O3
          Reaksi oksidasi logam dikenal juga dengan nama perkaratan. Reaksi pembakaran juga termasuk reaksi oksidasi, misalnya pembakaran minyak bumi, kertas, kayu bakar, dll.
          Reaksi reduksi adalah peristiwa pengeluaran oksigen dari suatu zat.
Contoh:
          2 CuO        2 Cu  + O2
          H2O        H2   + O2

2.  Reaksi pelepasan dan pengikatan elektron
          Reaksi oksidasi dan reduksi juga dapat dibedakan dari pelepasan dan penangkapan elektron.
          Oksidasi adalah peristiwa pelepasan elektron
Contoh:
          Na        Na +  +  e
          Zn        Zn +2    + 2e
          Al        Al +3    + 3e
          Reduksi adalah peristiwa penangkapan elektron
Contoh:
          Na +  + e      Na
          Fe +3  + e      Fe +2
Dari konsep kedua ini dapat disimpulkan bahwa reaksi oksidasi dan reduksi tidak hanya hanya melibatkan reaksi suatu zat dengan oksigen.

3. Reaksi penambahan dan pengurangan bilangan oksidasi
          Oksidasi adalah peristiwa naiknya / bertambahnya bilangan oksidasi suatu unsur, sedangkan reduksi adalah peristiwa turunnya / berkurangnya bilangan oksidasi.

B. BILANGAN OKSIDASI
          Bilangan oksidasi ( biloks) disebut juga tingkat oksidasi. Bilangan oksidasi diartikan sebagai muatan yang dimiliki suatu atom dalam keadaan bebas atau dalam senyawa yang dibentuknya.
          Bilangan oksidasi suatu unsur dapat ditentukan dengan aturan berikut:
1. Biloks atom dalam unsur adalah nol
          Contoh  Na, Fe, O2 , H2  memiliki biloks nol
2. Total biloks senyawa adalah nol
          Contoh H2O, NaOH, CH3COOH, KNO3 total biloksnya adalah nol
3. Biloks ion sesuai dengan muatannya
          Contoh  Na +1 ( = +1),  O -2 ( = -2),  Fe +3  (= +3)
4. Biloks unsur golongan I A dalam senyawanya adalah + 1
          Contoh Biloks atom Na dalam NaCl adalah + 1
5. Biloks unsur golongan II A dalam senyawanya adalah + 2
          Contoh: Biloks  Ca dalam CaCO3  adalah + 2
6. Biloks unsur golongan VII A dalam senyawa binernya adalah – 1
          Contoh: Biloks F dalam senyawa KF dan BaF2 adalah – 1
7. Biloks unsur oksigen dalam senyawanya adalah – 2
          Contoh dalam H2O, Na2O, Al2O3
8. Biloks unsur hydrogen dalam senyawanya adalah + 1
          Contoh dalam H2O, HCl, H2SO4

Catatan Penting:
          Biloks H = -1 dalam senyawa hidrida misal NaH, LiH, CaH2
          Biloks O = -1 dalam senyawa peroksida misal H2O2

Silahkan selesaikan soal berikut ini!
Tentukan Biloks unsur yang digarisbawahi di bawah ini
1. HNO3
2. KMnO4
3. H2SO4
4. SrCO3
5. KClO2
6. NH4 +
7. CaC2O4
8. CH3OH
9. PO4 -3
10. Cu(NO3)2
11. CrCl3
12. Mn(OH)2
13. Co2(SO3)3
14. P2O5
15. CH3ONa
C. OKSIDATOR DAN REDUKTOR
          Oksidator adalah istilah untuk zat yang mengalami reduksi (biloksnya turun), sedangkan Reduktor adalah zat yang mengalami reaksi  oksidasi (biloksnya naik/bertambah).
Contoh:
Pada reaksi      2Na    + 2H2O       2NaOH   + H2
Reduktor adalah Na sebab biloksnya naik dari 0 ke +1
Oksidator adalah H2O sebab biloks H berubah dari +1 ke 0
Selesaikan soal berikut ini!
1. Tentukan termasuk oksidasi atau reduksi
          a. IO3 -      I2
          b. Cl2         ClO
          c. AsO3 3-     AsH3
          d.  Cr 2+        CrO4 -2
          e.  C2O4-2    CO2
2. Tentukan oksidator dan reduktor dari persamaan reaksi berikut
          a.  Sn   + SnCl4        2 SnCl2
          b.   Zn   +  2HCl       ZnCl2  + H2
          c.   2KI   + Cl2     2KCl   + I2
          d.   CO2   + 2NaOH     Na2CO3   +  H2O
          e.   MnO2  +  4HBr     MnBr2  + 2H2O  + Br2
          f.   2KMnO4 + 5H2C2O4 + 3H2SO4 K2SO4 + 2MnSO4 + 10 CO2 + 8 H2O
          g.   Fe2O3  + HCl      FeCl3  + H2O
D. TATA  NAMA  SENYAWA
          Senyawa biner adalah senyawa yang dibentuk oleh dua macam unsur, dapat terdiri ataslogam dan non logam atau keduanya non logam. Untuk senyawa yang terdiri atas logam dan non logam, maka unsur logam dituliskan terlebih dahulu diikuti dengan non logam.
          Untuk unsur-unsur logam yang mempunyai lebih dari satu macam bilangan oksidasi diberi nama berdasarkan system Stock, yaitu dengan membubuhkan angka Romawi yang sesuai dengan bilangan oksidasi unsure logam dalam tanda kurung dibelakang nama logam dan diikuti nama unsure non logam dengan akhiran ida.
Contoh:       
          FeCl2                     besi(II)klorida
          FeCl3                     besi(III)klorida
          Cu2O                     tembaga(I)oksida
          CuO                       tembaga(II)oksida
          SnCl2                     timah(II)klorida
          SnCl4                     timah(IV)klorida

Latihan: Tuliskan rumus senyawa berikut
          1.   besi(II)sulfida
          2.  raksa(I)klorida
          3.  timah(IV)nitrat
          4.  kobal(III)karbonat
          5.  titan(IV)oksida
          6.  raksa(II)sulfat
          7.  mangan(II)hidroksida
          8.  besi(III)fosfat

E. PENGOLAHAN  LOGAM
          Peranan unsur logam dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat dari banyaknya logam yang digunakan. Antara lain untuk membuat mesin-mesin, kendaraan, bangunan, pekakas rumah tangga, dan sebagainya. Logam yang banyak digunakan untuk kesejahteraan manusia diantaranya besi, alumunium, tembaga, perak, emas, nikel, dan timah.
          Pada umumnya pemisahan logam dari bijihnya dilakukan berdasarkan reaksi reduksi. Cara reduksi yang paling murah adalah reduksi oksida logam dengan karbon. Metoda ini cocok dilakukan untuk pengolahan besi dan timah.
          Untuk memperoleh logam dari sulfida logam, mula-mula sulfida logam dipanggang diudara untuk menghasilkan oksida logam. Kemudian oksida logam direduksi dengan karbon atau karbon monoksida. Logam-logam yang sangat reaktif seperti alumunium diperoleh dengan cara elektrolisis.
Beberapa contoh reaksi pengolahan logam:
Pengolahan besi
Fe2O3       +   3 CO    2 Fe     + 3 CO2
Pengolahan nikel
          2 NiO   +  C         2 Ni       + CO2
Pengolahan Alumunium
          Al2O3   +  C      4 Al   + 3 CO2
Pengolahan Timah
          SnO2   +  C     Sn   + CO2
Pengolahan tembaga
          2 Cu2O    + Cu2S     6 Cu   + SO2